Sabtu, 28 November 2015

Cinta Kasih

proyek kebaikan kedua saya kali ini adalah berkunjung ke panti asuhan yang berkebutuhan khusus, pada awalnya kami mengira bahwa ini panti asuhan untuk anak-anak kecil tenyata sesampainya disana rata-rata sudah berusia dewasa . sebelum kami mulai masuk aula tempat anak panti berkumpul , kami di sambut dengan pembina panti dan mengbrol sedikit tentang kondisi panti asuhan ini. beliau bercerita bahwa anak panti disini bisa dikatakan anak panti buangan, karena anak panti yang berada disini adalah anak-ana panti yang tidak i erima atau di tolak di panti asuha lain. bahan ada beberapa anak panti yang sengaja di antarkan orang tuanya untuk tinggal di panti asuhan ini, panti asuhan ini menganut sistem seumur hidup, semua pasien yang berda disini akan dirawat dan diasuh hingga mereka wafat nanti. orang tua membuat perjanjian tertulis dengan pihak panti asuhan ini. bahkan ada juga anak panti yang pada awalnya berada di panti asuhan yang di kelola pemerintah di serahkan ke panti asuhan ini . setelah kami selesai mendengarkan sedikit penjelasan dari beliau kami pun mulai masuk , kami melihat hampir seluruh penghuni panti ini tidak seperti manusia pada umumnya ,ada yang mempunyai gangguan mental,ada yang sakit, ada yang cacat, dll. kemudian kami membantu membagikan makan malam kepada masyarakat panti ini.
setelah semua mendapatkan bagian mereka masing-masing ,kami semua berdoa sebelum memulai makan malam. ada beberapa anak panti disin yang tidak bisa makan sendri karena kondisi kesehatan mereka. saya pun membatu salah satu anak panti disini dengan menyuapinya.
setelah makan malam selesai beberapa orang panti disini bertugas untuk membersihkan pring, mengepel,dll. kami pun membantu untuk melakukan pekerjaan itu, saya sendri kagum dengan anak-anak panti disini karena walaupun mereka tidak mempunyai kondisi fisik dan psikis yang sempurna mereka tetap mau melakukan pekerjaan rumah dan bekerja sama dengan teman-teman yang lain untuk menyelesaikan pekerjaan . saya membantu beberapa orang yang brtugan mencuci piring dan gelas,
disini ada yang bercerita bahwa mereka senang tinggal disin karena disini mereka mersa dihargai dan disayangi serta disini mereka mempunyai banyak teman. ternyata ada beberapa orang tua yang tidak mau menerima seorang anak yang mempunyai kekurangan seperti mereka. saya bertemu dengan seorang anak panti yang bernama agustinus, ia bercerita bahwa dia dulu pernah tinggal bersama kedua orang tuanya namun selama ia tinggal dengan kedua orang tuanya ia mengalami kekerasan secara fisik serta sering dimarahi orang tuanya . ia bersyukur karena sekarang tinggal di panti asuhan ini. hampir seluruh pasien disini tidak pernah lagi di jenguk oleh keluarganya. mereka mengatakan bahwa mereka senang dengan kedatangan kami ke panti asuhan ini . mari kita sebagai remaja yang mempunyai kondsi fisik dan mental sempurna untuk menggunakannya dalam kegiatan-kegiatan positif . tidak semua orang memiliki apa yang kita miliki sekarang . jadilah remaja yang cerdas dan bermanfaat bagi orang lain .


Minggu, 22 November 2015

MENJENGUK SESAMA TANPA MEMANDANG PERBEDAAN AGAMA



kegiatan proyek kebaikan pertama saya adalah mengunjungi para suster-suster tua yang sudah tidak dapat mengapdi lagi karena faktor usia dan kesehatan mereka, dan saya bersama teman-teman kelompok saya membawakan beberapa buah-buahan dan membagikan mawar merah segar kepada para suster disana. pada awalnya kami bingung akan membawakan apa bagi para suster, namun saya mempunysi ide untuk membawa mawar karena menurut saya membagikan mawar itu seperti perwujudan cinta kasih kita kepada suster-suster yang kami jenguk.saya ingin para suster merasakan hal yang sama bahwa di masa tua mereka, mereka masih mendapatkan cinta dan kasih sayang. sesampainya di tempat tujuan kami, kami melihat bagaimana rasa sosial dan persahabatan antar suster itu tumbuh sangat baik disini. saya melihat beberapa orang suster berangkt menjenguk seorang suster yang sedang dirawat di rumah sakit . ada seorang suster yang sudah sangat tua hingga beliaumenggunakan kursi roda karna tidak dapat berjalan ikut bersama beberapa suster yang akan berangkt menjenguk di rumah sakit. pada saat itu saya melihat bahwa rasa persahabatan mereka sangat hebat sekali. Dalam islam  Rasulullah SAW bersabda : " Orang yang menjenguk orang sakit itu berarti dia mengarungi rahmat Allah SWT dan jika duduk dekat orang yang sakit maka dia tenggelam dalam rahmat Allah SWT". (HR. Imam Ahmad dan At-Thabarani). setelah kami masuk kedalam dan bercengkrama dengan para suster yang lain, beberapa suster yang tidak ikut menjenguk ke rumah sakit adalah para suster yang hanya bisa terbaring di tempat tidur.kami memasuki satu persatu kamar dan memberikan bunga mawar yang kami bawa serta mengobrol dengan suster yang terbaring, saat kami memberikan mawar itu suster tersenyum dan berterimakasih, itu yang membuat kami ikut bahagia pula. walaupun mereka sudah berusia lanjut namun mereka pantas mendapat acungan jempol dengan daya ingat mereka yang masih sangat kuat untuk mengingat pengalaman-pengalaman mereka. bahkan ada salah satu suster yang masih sibuk dengan mesin ketik tuanya waktu kami temui. walaupun kacamata yang beliau gunakan sudah sangat tebal beliau tetap mau mengetik dengan mesin ketik tua dan harus diperbaiki dulu sebelum digunakan.


disaat kami memberikan satu tangkai mawar merah, beliau tersenyum dan memberikan nasehat-nasehat kepada kami. dalam islam dikatakan bahwa bekerja pun kita juga mendapatkan pahala, Rasulullah SAW bersabda : " barang siapa yang pada malam harinya merasa kelelahan karna bekerja pada siang harinya, maka pada malam itu ia di ampuni oleh Allah SWT".(HR. Ahmad) dari suster ini saya belajar dan berfikir beliau yang sudah se usia itu dan mempunyai kekurangan masih bersemangat dan sabar melakukan pekerjaan. " Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan , oleh karenanya ketika niatnya benar , maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk pula". (Imam An Nawawi).kami menjenguk para suster dengan niat yang tulus dan ikhlas dan dari kunjungan kami ini, kami juga mendapat banyak pembelajaran. walaupun para suster disini sudah lanjut usia dan fisik tidak sekuat dulu, mereka masih menjaga kondisi tubuh mereka untuk tetap bersih dan rapi.