Sabtu, 28 November 2015

Cinta Kasih

proyek kebaikan kedua saya kali ini adalah berkunjung ke panti asuhan yang berkebutuhan khusus, pada awalnya kami mengira bahwa ini panti asuhan untuk anak-anak kecil tenyata sesampainya disana rata-rata sudah berusia dewasa . sebelum kami mulai masuk aula tempat anak panti berkumpul , kami di sambut dengan pembina panti dan mengbrol sedikit tentang kondisi panti asuhan ini. beliau bercerita bahwa anak panti disini bisa dikatakan anak panti buangan, karena anak panti yang berada disini adalah anak-ana panti yang tidak i erima atau di tolak di panti asuha lain. bahan ada beberapa anak panti yang sengaja di antarkan orang tuanya untuk tinggal di panti asuhan ini, panti asuhan ini menganut sistem seumur hidup, semua pasien yang berda disini akan dirawat dan diasuh hingga mereka wafat nanti. orang tua membuat perjanjian tertulis dengan pihak panti asuhan ini. bahkan ada juga anak panti yang pada awalnya berada di panti asuhan yang di kelola pemerintah di serahkan ke panti asuhan ini . setelah kami selesai mendengarkan sedikit penjelasan dari beliau kami pun mulai masuk , kami melihat hampir seluruh penghuni panti ini tidak seperti manusia pada umumnya ,ada yang mempunyai gangguan mental,ada yang sakit, ada yang cacat, dll. kemudian kami membantu membagikan makan malam kepada masyarakat panti ini.
setelah semua mendapatkan bagian mereka masing-masing ,kami semua berdoa sebelum memulai makan malam. ada beberapa anak panti disin yang tidak bisa makan sendri karena kondisi kesehatan mereka. saya pun membatu salah satu anak panti disini dengan menyuapinya.
setelah makan malam selesai beberapa orang panti disini bertugas untuk membersihkan pring, mengepel,dll. kami pun membantu untuk melakukan pekerjaan itu, saya sendri kagum dengan anak-anak panti disini karena walaupun mereka tidak mempunyai kondisi fisik dan psikis yang sempurna mereka tetap mau melakukan pekerjaan rumah dan bekerja sama dengan teman-teman yang lain untuk menyelesaikan pekerjaan . saya membantu beberapa orang yang brtugan mencuci piring dan gelas,
disini ada yang bercerita bahwa mereka senang tinggal disin karena disini mereka mersa dihargai dan disayangi serta disini mereka mempunyai banyak teman. ternyata ada beberapa orang tua yang tidak mau menerima seorang anak yang mempunyai kekurangan seperti mereka. saya bertemu dengan seorang anak panti yang bernama agustinus, ia bercerita bahwa dia dulu pernah tinggal bersama kedua orang tuanya namun selama ia tinggal dengan kedua orang tuanya ia mengalami kekerasan secara fisik serta sering dimarahi orang tuanya . ia bersyukur karena sekarang tinggal di panti asuhan ini. hampir seluruh pasien disini tidak pernah lagi di jenguk oleh keluarganya. mereka mengatakan bahwa mereka senang dengan kedatangan kami ke panti asuhan ini . mari kita sebagai remaja yang mempunyai kondsi fisik dan mental sempurna untuk menggunakannya dalam kegiatan-kegiatan positif . tidak semua orang memiliki apa yang kita miliki sekarang . jadilah remaja yang cerdas dan bermanfaat bagi orang lain .


Minggu, 22 November 2015

MENJENGUK SESAMA TANPA MEMANDANG PERBEDAAN AGAMA



kegiatan proyek kebaikan pertama saya adalah mengunjungi para suster-suster tua yang sudah tidak dapat mengapdi lagi karena faktor usia dan kesehatan mereka, dan saya bersama teman-teman kelompok saya membawakan beberapa buah-buahan dan membagikan mawar merah segar kepada para suster disana. pada awalnya kami bingung akan membawakan apa bagi para suster, namun saya mempunysi ide untuk membawa mawar karena menurut saya membagikan mawar itu seperti perwujudan cinta kasih kita kepada suster-suster yang kami jenguk.saya ingin para suster merasakan hal yang sama bahwa di masa tua mereka, mereka masih mendapatkan cinta dan kasih sayang. sesampainya di tempat tujuan kami, kami melihat bagaimana rasa sosial dan persahabatan antar suster itu tumbuh sangat baik disini. saya melihat beberapa orang suster berangkt menjenguk seorang suster yang sedang dirawat di rumah sakit . ada seorang suster yang sudah sangat tua hingga beliaumenggunakan kursi roda karna tidak dapat berjalan ikut bersama beberapa suster yang akan berangkt menjenguk di rumah sakit. pada saat itu saya melihat bahwa rasa persahabatan mereka sangat hebat sekali. Dalam islam  Rasulullah SAW bersabda : " Orang yang menjenguk orang sakit itu berarti dia mengarungi rahmat Allah SWT dan jika duduk dekat orang yang sakit maka dia tenggelam dalam rahmat Allah SWT". (HR. Imam Ahmad dan At-Thabarani). setelah kami masuk kedalam dan bercengkrama dengan para suster yang lain, beberapa suster yang tidak ikut menjenguk ke rumah sakit adalah para suster yang hanya bisa terbaring di tempat tidur.kami memasuki satu persatu kamar dan memberikan bunga mawar yang kami bawa serta mengobrol dengan suster yang terbaring, saat kami memberikan mawar itu suster tersenyum dan berterimakasih, itu yang membuat kami ikut bahagia pula. walaupun mereka sudah berusia lanjut namun mereka pantas mendapat acungan jempol dengan daya ingat mereka yang masih sangat kuat untuk mengingat pengalaman-pengalaman mereka. bahkan ada salah satu suster yang masih sibuk dengan mesin ketik tuanya waktu kami temui. walaupun kacamata yang beliau gunakan sudah sangat tebal beliau tetap mau mengetik dengan mesin ketik tua dan harus diperbaiki dulu sebelum digunakan.


disaat kami memberikan satu tangkai mawar merah, beliau tersenyum dan memberikan nasehat-nasehat kepada kami. dalam islam dikatakan bahwa bekerja pun kita juga mendapatkan pahala, Rasulullah SAW bersabda : " barang siapa yang pada malam harinya merasa kelelahan karna bekerja pada siang harinya, maka pada malam itu ia di ampuni oleh Allah SWT".(HR. Ahmad) dari suster ini saya belajar dan berfikir beliau yang sudah se usia itu dan mempunyai kekurangan masih bersemangat dan sabar melakukan pekerjaan. " Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan , oleh karenanya ketika niatnya benar , maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk pula". (Imam An Nawawi).kami menjenguk para suster dengan niat yang tulus dan ikhlas dan dari kunjungan kami ini, kami juga mendapat banyak pembelajaran. walaupun para suster disini sudah lanjut usia dan fisik tidak sekuat dulu, mereka masih menjaga kondisi tubuh mereka untuk tetap bersih dan rapi.


Kamis, 29 Oktober 2015

PENDAPAT TOKOH-TOKOH NONMUSLIM TERHADAP AL-QUR'AN DAN BIBEL

Saudaraku PSIC...Bekal kita melawan MEREKA jika diserang/didebat....
1. Harry Gaylord Dorman dalam buku "Towards Understanding lslam", New York, 1948, p.3, berkata: "Kitab Qur'an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Muhammad."

2. Prof. H. A. R. Gibb dalam buku "Mohammadanism", London, 1953, p. 33, berkata sebagai berikut: "Nah, jika memang Qur'an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima Qur'an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat."

3. Sir William Muir dalam buku "The Life of Mohamet", London, 1907; p. VII berkata sebagai berikut: "Qur'an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala hal, etika dan ilmu pengetahuan?"

4. DR. John William Draper dalam buku "A History of the intelectual Development in Europe", London, 1875, jilid 1 , p. 343-344, berkata: "Qur'an mengandung sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang sangat berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak dapat mem-buka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang harus diterima oleh sekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan teks-teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya, sesuai bagi setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup."

5. DR. J. Shiddily dalam buku "The Lord Jesus in the Qur'an", p. 111 , berkata: "Qur'an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjian Baru."

6. Laura Vaccia Vaglieri dalam buku "Apologie de I'Islamism, p. 57 berkata: "Dalam keseluruhannya kita dapati dalam kitab ini, suatu koleksi tentang kebijaksanaan yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang paling cerdas, filosof-filosof yang terbesar dan ahli-ahli politik yang paling cakap...
Tetapi ada bukti lain tentang sifat Ilahi dalam Qur'an, adalah suatu kenyataan bahwa Qur'an itu tetap utuh melintasi masa-masa sejak turunnya wahyu itu hingga pada masa kini...Kitab ini dibaca berulang-ulang oleh orang yang beriman dengan tiada jemu-jemunya. Keistimewaan-nya pula, Qur'an senantiasa dipelajari/dibaca oleh anak-anak sejak sekolah tingkat dasar hingga tingkat Profesor. "

"Sebaliknya malah karena diulang- ulang ia makin dicintai sehari demi sehari. Qur'an membangkitkan timbul-nya perasaan penghormatan dan respek yang mendalam, pada diri orang yang membaca dan mendengarkannya.... Oleh karena itu bukan dengan jalan paksaan atau dengan senjata, tidak pula dengan tekanan mu-baligh-mubaligh yang menyebabkan penyi-aran Isiam besar dan cepat, tetapi oleh ke-nyataan bahwa kitab ini, yang diperkenalkan kaum Muslimin kepada orang-orang yang di-taklukkan dengan kebebasan untuk menerima atau menolaknya adalah kitab Tuhan. Kata yang benar, mukjizat terbesar yang dapat diperlihatkan Muhammad kepada orang yang ragu dan kepada orang yang tetap ber-keras kepala."

7. Prof. A. J. Amberry, dalam buku "De Kracht van den Islam", hlm. 38, berkata: "Qur'an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia."

8. G. Margoliouth dalam buku "Introduction to the Koran" (kata pendahuluan untuk buku J. M. H.Rodwell), London, 1918, berkata: "Diakui bahwa Our'an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab yang termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana pun dalam effeknya yang meng-
agumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap sejumlah besar manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan ma-nusia dan satu tipe karakter yang segar."

9. George Sale dalam buku "Joseph Charles Mardrus-Premilinary Discourse", berkata: "Di seluruh dunia diakui bahwa Qur'an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya yang paling tinggi, paling murni....diakui sebagai standar bahasa Arab... dan tak dapat ditiru oleh pena manusia... Oleh karena itu diakui seba gai mukjizat yang besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah cukup untuk meyakinkan dunia bahwa kitab itu berasal dari Tuhan."

10. E. Denisen Ross dari "Introduction to the Koran-George Sale", p. 5, berkata: "Qur'an memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum Muslimin daripada peranan Bible dalam agama Kristen. Ia bukan saja merupakan sebuah kitab suci dari kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text book dari upacara agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan.....Sungguh sebuah kitab seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa-masa ini, di mana ruang dan waktu hampir telah dipunahkan oleh penemuan-penemuan modern."

11. James A. Michener dalam "Islam the Misunderstood Religion Readers Digest", Mei 1955, berkata sebagai berikut: "Berita Qur'an inilah yang mengusir patung--patung dewa, dan memberikan ilham kepada manusia untuk merevolusikan hidup dan bangsa mereka.... Kombinasi antara persembahan kepada Satu Tuhan ditambah dengan perintah prakteknya yang membuat Qur'an menjadi khas. Bangsa yang beragama di Timur yakin bahwa negara mereka hanya akan diperintah dengan baik apabila hukum--hukumnya sejalan dengan Qur'an.

12. W.E. Hocking dalam "Spirit of World Politics - New York 32", p. 461 , berkata: "...saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Qur'an berisi amat banyak prinsip-prinsip yang diperlukan untuk
pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa hingga pertengahan abad ke-13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat."

13. Napoleon Bonaparte

a. Dari "Stanislas Cuyard-Ency des Sciences Religioses", Paris, 1880, jilid IX, p. 501 berkata sebagai berikut: " Selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam peradaban sepenuhnya. Berkat keuletan kaum Musliminlah maka ilmu pengetahuan dan falsafah Yunani tertolong dari kebinasaan, dan kemudian datang membangunkan dunia Barat serta membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaruan Bacon. Dalam abad ke-7 dunia lama itu sedang dalam sakaratulmauit. Muharnmad memberi kepada mereka sebuah Qur'an yang rnerupakan titik tolak ke arah dunia baru."

b. Dari buku "Bonaparte et I'Islarn oleh Cherlifs, Paris, p. 105, berkata sebagai berikut: "I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the principles of the Qur'an wich alone can lead men to happiness.

Artinya:
Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk memajukan satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur'an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin
manusia kepada kebahagiaan.*

PENDAPAT TOKOH-TOKOH NONMUSLIM TERHADAP KITAB BIBEL---dibawa ini---

1. Dr. Mr. D. N. Mulder dalam bukunya "Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama", tahun 1963, pagina 12 dan 13, berkata sebagai berikut: "Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di seki-tarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin."

2. Drs. M. E. Duyverman dalam bukunya "Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru", tahun 1966, pagina 24 dan 25, berkata sebagai berikut: "Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakan-nya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja."

3. Dr. B. J. Boland dalam bukunya "Het Johannes Evangelie", p. 9, berkata sebagai berikut: "Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus Christus in haar corspron-kelij-ken onvervalschen, zul veren vorm over-geleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest, van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen...dat de letter der Nieuw-Testament-ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaar-telling gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan."

Artinya: Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang tera-khirlah yang diterima oleh orang jaman kini... bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar.

4. Dr. A. Powel Davies dalam bukunya "The meaning of the Dead Sea Scrolls The New American Library" tahun 1961 , p. 106, berkata: "The first three, or Synoptic Gospels tell much the same story. There are discrepancies; but it is impossible to a considerable extent to reconcile them. John's Gospel, however, tells quit a different story from the other three. If John is right, then the other three are wrong; If the Synoptic are right, the John's gospel must surely be in error."

Artinya: Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawakan cerita yang sama. Terdapat pertentangan-pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes, menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah.

5. Dr. G. C. Vari Niftrik dan Dr. B. J. Boland dalam bukunya "Dogmatika Masakini", cetakan ketiga; tahun 1978, p. 322, berkata seba-gai berikut: "Kita tidak usah merasa malu bahwa terdapat pelbagai kekhilafan di dalam Al-Kitab; kekhilafan tentang angka-angka, perhitungan--perhitungan tahun dan fakta-fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan--kekhilafan itu berdasarkan caranya isi Al-Kitab telah disampaikan kepada kita, sehingga dapat kita berkata: dalam naskah asli tentu-lah tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan-kekhilafan itu barulah ke-mudiannya terjadi di dalam turunan-turunan (salinan-salinan-pen) naskah itu."

6. Herman Bakels (1871-1954) dalam bukunya "Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods", p. 119-120, lewat buku "Dialog antara Ahmadiyah dengan saksi-saksi Yehowa", p. 83 dan 88 berkata sebagai berikut: "De andere ses Bijbels (Weda, Awesta, de boeken over Boedha, Tao-teking, Confusius boeken, Kor'an) ken ik niet ge-noeg...Van onzen Bijbel weet ik dit zeker. Ik heb hem dertig jaar lang van voren tot achteren doorploeterd. En ik zeg ronde-ment; ik kan in Europa geen boek dat meer stikvol dingen-die-niet-waar-zijn zit dan de Bijbel."

Artinya: Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, Tao-teking, Kitab--kitab Confusius, Al-Qur'an) tidak begitu saya kenal. Akan tetapi Bijbel kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel.

Dia juga berkata:
"Bijna alle koeken zijn er misleidend, nipseudepigra fisch. D.W.Z. niet geschreven door de auteurs op wier namen zestaan, maar wel later geschreven."

Artinya: Hampir semua kitab-kitab dalam bibel itu menyesatkan, yakni memakai nama. palsu, yaitu tidak ditulis oleh pengarang-pengarang yang tercantum nama mereka di atasnya, melainkan ditulis jauh di belakang mereka.

7. Surat kabar di Ghana, yaitu Harian Times, 24 Juni 1964 yang dimuat oleh harian Mercusuar Yk. tertanggal 31-8-1968; Mr. RT. Payet, di dalam parlemen inggris tahun 1964 mengusulkan kepada
Pemerintah Inggris dalam hal ini The British Home Secretary agar Injil dilarang beredar. Salah satu di antara sebabnya seperti yang ia katakan sebagai berikut: "I know of no book in history which could
compare with the Bible as a source of brutality and sadistic conduct.

Artinya: Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari perbuatan-per-buatan yang brutal dan sadis selain Injil ini. (I. Sudibya Markus dalam buku "Dialog Islam--Nasrani dan Usul Pelanggaran Injil di Inggris", terbitan Potrosari Ler. 28 Mgl.).

8. Prof. Herbert J. Muller dalam buku "The Uses of the Past, p. 168 lewat bukunya O.Hashem, Marxiesme dan Agama", tahun 1965, Japi Surabaya, p. 45, berkata: "Scholars regard this text ( I Johannes 5:7) as a later interpolation however, since it does not appear in the best manuscripts."

Artinya:
Para sarjana menganggap bahwa naskah ini ( Johannes 5:7) adalah suatu sisipan/tam-bahan kemudian, karena ayat seperti ini tidak diketemukan pada manuskrip-manuskrip terbaik.

9. Kata Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies, "Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan. Bacalah bukunya." (Hashem, "Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl," terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).

Al-Qur'an dan Hadits sebagai sumber hukum Islam

Sumber Hukum Islam
Suatu dasar yang utama atau rujukan dalam penerapan suatu hukum. Bersifat mutlak, tidak sementara, dan dapat menjawab berbagai masalah.
Al-Qur'an
Menurut Etimologi (bahasa) Al-Qur’an berasal dari kata qaraa yang berarti bacaan.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.
(H. R. Malik dan Hakim)
Menurut Terminologi (istilah) berarti kumpulan wahyu Allah yang disampaikan kepada Rasulullah melalui Malaikat Jibril untuk dijadikan pedoman hidup umat manusia.
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat.
Q.S. An-Nisa : 105
Terdiri dari :
6666 Ayat
114 Surat
30 Juz
Ayat pertama yang diturunkan adalah ; Surah Al-A'laq ayat 1-5.

Ayat terakhir yang diturunkan adalah ; Surah Al-Maidah ayat 3.
Nama lain
Al-Qur'an :
Al Furqan ; pembeda
Az-Zikra ; pengingat
As-Syifa ; obat
Al-Huda ; petunjuk
An-Nur ; cahaya
Al-Qur'an
Al-Qur'an turun di :
Di Mekkah atau yang disebut Ayat Makkiyah. Pada umumnya berisikan soal-soal kepercayaan atau ketuhanan, mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, ayat-ayatnya pendek dan ditujukan kepada seluruh ummat. Banyaknya sekitar 2/3 seluruh ayat-ayat Al-Qur’an.
Di Madinah atau yang disebut Ayat Madaniyah. Ayat-ayatnya panjang, berisikan peraturan yang mengatur hubungan sesama manusia mengenai larangan, suruhan, anjuran, hukum-hukum dan syari’at-syari’at, akhlaq, hal-hal mengenai keluarga, masyarakat, pemerintahan, perdagangan, hubungan manusia dengan hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, air dan sebagainya.

Kedudukan Al-Qur'an
Sebagai dasar dan sumber hukum Islam
Al-Qur’an sebagai acuan nomor 1 dalam penetapan hukum Islam.
Sebagai pedoman hidup manusia.
Sebagai kitab suci umat Islam.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
Q.S. Al-Baqarah Ayat 2
Fungsi Al-Qur'an
Pembawa kabar gembira
Pemberi peringatan
Petunjuk bagi orang-orang bertaqwa
Obat hati penentram jiwa
Membenarkan kitab suci sebelumnya

Rabu, 21 Oktober 2015

Promosi Islam , Allah turunkan hidayah

SELLY — Seperti halnya tiap tahun, kali ini Mohmmed Fauzia pun tengah mempersiapkan diri untuk ''chila", atau perjalanan dakwah spiritual yang akan membawanya berkeliling dunia untuk mempromosikan Islam.

"Saya selalu melakukan yang terbaik untuk bergabung dalam chilla dan menyampaikan Islam di penjuru dunia," ujar teknisi asli Malaysia itu,

Mohammed, 44 tahun telah berpartisipasi dalam perjalanan chilla--kata yang diadopsi dari bahasa Persia, 'chihli' yang berarti empat puluh--selama 15 tahun.


"Saya telah berpergian ke bermacam negara seperti Australi, Thailand, Pakistan, dan India," tuturnya. Ia sendiri berada di ratusan ribu Muslim yang datang di Bishwa Ijtima, Pertemuan Muslim Dunia yang diselenggarakan bukan lalu di Dhaka--acara yang diorganisasi oleh Tablig-e-Jamaat, grup Islam non politik di Bangladesh.

Pertemuan tiga hari, yang membawa sekitar 10 ribu muslim dari 108 negara itu, ditambah ratusan ribu Muslim di Bangladesh, memfokuskan diri pada cara menyebarkan pesan-pesan Islam ke penjuru dunia.

Setelah pertemuan, ratusan ribu muslim tersebut berkumpul di Masjid Kakrail Tablig-e-Jamaat di Dhaka untuk menyatakan keinginan bergabung dengan misi chilla.

Lalu mengapa chilla? Rupanya itu berkaitan dengan misi penyebaran agama. Partisipan yang menyatakan diri bergabung biasanya terbagi dalam grup-grup berisi masing-masing 10 - 20 orang pendakwah, dan mereka akan melakukan perjalanan berkeliling dunia menyebarkan pesan Islam tepat selama 40 hari.

Setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk berdakwah," ujar Erfan Ibrahim menyatakan keyakinanannya. Ia adalah guru dari Afrika Selatan yang juga ikut dalam kerumunan pertemuan di luar masjid Kakrail untuk bergabung di misi dakwah.

Didirikan pada 1920 oleh ulama India, Tablig-e-Jamaat, telah menjadi organisasi Islam non-politik Internasional yang mempromosikan perkembangan spritual Islam.

"Kami telah melakukan pekerjaaan dakwah dengan Tablig-e-Jamaat ini untuk membawa pesan kedamaian ke dunia," ujar seorang pengusaha Pakistan yang juga bergabung memimpin dakwah di negaranya. "Kami sangat gembira bergabung di dalamnya,"

Tak dipungkiri, para peserta yang telah menyatakan kesanggupannya melakukan chilla memberi dampak positif baik bagi orang lain maupun diri mereka sendiri. "Tujuan utama kami terlibat kegiatan ini adalah juga untuk membersihkan diri sendiri," ujar Abdul Jamal, asal Malaysia yang juga ikut beragabung dalam misi tersebut.

Sementara bagi yang lain, perjalanan dakwah ini membantu mempromosikan pesan Islam. "Kami harus menyebarkan Islam ke dunia" ujar Abdul. Ia menambahkan yang membuatnya semakin bersemangat, sejak pertama kali bergabung dalam misi dakwah ia telah melihat betapa banyak orang di dunia mengaku menemukan kedamaian dalam Islam

Abdur Rahman, dari Russia pun meyakini jika misi dakwah adalah hal esensi yang perlu dilakukan di saat Muslim diletakkan di bawah mikroskop, ditelisik sedemikian rupa dan keyakinan mereka dilabeli stereotip negatif.

Ia sendiri menyatakan di negaranya, upaya tersebut membawa pengaruh positif berkepanjangan, kini setiap tahun, lebih dari 200 orang memeluk agama Islam di Moskow.

"Orang-orang Rusia terbiasa berpikir jika Islam adalan agama terkait erat teroris dan Muslim adalah pembunuh. Namun mereka kini memahami jika Islam adalah agama pemimpin dan Muslim adalah orang-orang cinta damai.
Read more at http://resmalayu.blogspot.com/2013/10/promosi-islam-allah-turunkan-hidayah.html#qC260QYrMVibgTb3.99